KOMPONEN SBC DAN SBK
Komponen SBK(Single Board Komputer)
1.CHIP
Chip atau SoC (System on Chip) merupakan inti dari sebuah Single Board Computer (SBC) yang memadukan berbagai fungsi utama dalam satu sirkuit terpadu. SoC umumnya menggabungkan CPU, GPU, memori, serta beberapa komponen lain seperti DSP (Digital Signal Processor) dan antarmuka I/O. Integrasi ini mengurangi jumlah komponen yang dibutuhkan, sehingga membuat komputer lebih ringkas dan hemat energi. Fungsi Chip → pusat pengendali utama yang menyatukan CPU, GPU, dan pengolah lainnya.
2. CPU (Central Processing Unit)
CPU berperan sebagai otak komputer yang menjalankan instruksi perangkat lunak, mengelola proses input/output, serta melakukan operasi logika dan komputasi dasar. Pada SBC, CPU umumnya menggunakan arsitektur ARM atau x86 dengan tingkat kinerja yang berbeda-beda tergantung model dan jenis prosesornya. Fungsi CPU → memproses perintah dan data dari program, inti dari jalannya sistem.
3. GPU (Graphics Processing Unit)
GPU adalah prosesor khusus yang dirancang untuk menangani pemrosesan grafis dan video. GPU pada SBC berperan dalam mempercepat rendering grafis 2D dan 3D serta mendukung pemutaran video beresolusi tinggi seperti 1080p secara efisien. Fungsi GPU → mengolah grafis, gambar, dan video agar bisa ditampilkan di layar.
4. Memory (SDRAM)
SDRAM (Synchronous Dynamic Random-Access Memory) adalah memori utama yang digunakan SBC untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses oleh CPU. Memori ini memiliki kecepatan tinggi dan sangat penting untuk mendukung kinerja komputasi. Pada banyak SBC, memori ini digunakan bersama antara CPU dan GPU sesuai konfigurasi sistem. Fungsi Memory (RAM) → menyimpan data sementara yang sedang dipakai agar aksesnya cepat.
5. USB 2.0 ports
Port USB 2.0 digunakan untuk menghubungkan perangkat eksternal seperti keyboard, mouse, atau flash drive ke SBC. Kecepatan transfer datanya mencapai 480 Mbps. Sebagian SBC memiliki jumlah port yang terbatas, sehingga membatasi jumlah perangkat yang dapat terhubung secara bersamaan. Fungsi USB 2.0 ports → menghubungkan perangkat eksternal seperti mouse, keyboard, atau flashdisk.
6. Video Output
Video Output merupakan antarmuka yang digunakan untuk menghubungkan SBC ke perangkat tampilan seperti monitor atau TV. Beberapa jenis yang umum ditemui antara lain HDMI, VGA, Composite RCA, atau DisplayPort, dengan dukungan resolusi dan kualitas gambar yang beragam. Fungsi Video outputs → menyalurkan tampilan ke monitor atau televisi.
7. Audio Output
Audio Output adalah port atau konektor untuk menghubungkan SBC ke sistem audio eksternal seperti speaker atau headphone. Output audio dapat berupa jack 3.5mm atau melalui HDMI yang mendukung transfer sinyal suara secara digital. Fungsi Audio outputs → mengeluarkan suara ke speaker atau headphone.
8. Onboard Storage
Onboard Storage merujuk pada media penyimpanan yang terpasang langsung di papan utama SBC. Umumnya berupa slot SD card, microSD, atau eMMC yang digunakan untuk menyimpan sistem operasi dan data. Beberapa SBC juga mendukung penggunaan SSD atau flash drive melalui port USB. Fungsi Onboard storage → menyimpan sistem operasi dan data, biasanya di kartu SD.
9. Onboard Network
10. Low-level Peripherals
Low-level Peripherals adalah antarmuka tingkat rendah yang memungkinkan SBC berinteraksi dengan perangkat eksternal atau sensor. Contohnya termasuk GPIO, UART, I²C, dan SPI. Pin-pin ini sering digunakan dalam proyek IoT atau elektronik untuk membaca data atau mengontrol perang errkat. Fungsi Low-level peripherals (GPIO, dll.) → menghubungkan Raspberry Pi dengan perangkat elektronik lain, misalnya sensor, LED, atau motor.
11. Power Ratings
12. Power Source
Power Source merujuk pada cara SBC menerima daya listrik. Sumber daya umumnya disuplai melalui port MicroUSB, USB-C, atau header GPIO, dengan tegangan standar seperti 5 volt tergantung model SBC. Fungsi Power source → sumber listrik yang dipakai. Biasanya 5 volt lewat micro-USB adaptor atau port USB, sebagai suplai utama agar papan menyala.
13. Weight
Weight adalah berat fisik dari SBC. Karena ukurannya yang kecil dan desainnya yang efisien, SBC umumnya ringan sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan portabilitas, seperti dalam robotika atau sistem embedded. Fungsi Weight → berat perangkat, misalnya 45 gram. Fungsinya bukan untuk kerja teknis, tapi untuk menunjukkan bahwa papan ini ringan dan mudah dibawa atau dipasang di berbagai proyek.
14. Operating Systems
Operating Systems (OS) adalah perangkat lunak yang mengelola operasi perangkat keras dan lunak pada SBC. Sistem operasi yang umum digunakan berbasis Linux seperti Raspberry Pi OS, Debian, atau Ubuntu. Beberapa SBC juga mendukung OS lain seperti Android, Windows IoT, atau RTOS untuk aplikasi yang memerlukan respons real-time. Fungsi Operating systems → sistem operasi yang dapat dijalankan Raspberry Pi, contohnya Debian (Raspbian), Ubuntu, atau OS lain. Fungsi OS ini adalah mengatur perangkat keras dan menjalankan aplikasi di Raspberry Pi.
Komponen SBC(Single Board Controller)
1 Breadboard
Papan percobaan untuk membangun rangkaian elektronik tanpa perlu menyolder. Memudahkan prototyping dan percakapan tanpa harus menghubungkan kabel secara permanen. Digunakan dalam hampir semua proyek elektronik, baik untuk menguji rangkaian sederhana maupun kompleks, seperti rangkaian logika, sensor, dan komunikasi antara komponen.
2 Kabel jumper
Kabel fleksibel dengan ujung yang dilengkapi konektor header (male atau female) yang digunakan untuk menghubungkan komponen pada breadboard atau Arduino. Ideal untuk menghubungkan berbagai komponen dalam rangkaian breadboard atau untuk menghubungkan Arduino ke sensor atau aktuator.
3 Light Emitting Diode (LED)
Dioda yang dapat memancarkan cahaya saat dialiri arus listrik. Anoda (kaki panjang) dihubungkan ke positif, katoda (kaki pendek) ke negatif. Digunakan dalam banyak aplikasi seperti indikator status, display, atau aplikasi komunikasi optik. Pada Arduino, LED sering digunakan untuk memberi feedback atau status (misal, menyalakan LED saat kondisi tertentu terpenuhi).
4 Potensiometer
Resistor variabel yang nilai hambatannya bisa diatur dengan memutar knob. Digunakan untuk pengaturan daya, volume, atau pencahayaan, serta pada input analog Arduino untuk mengubah nilai input sesuai posisi knob.
5 Push button
Saklar kecil yang menghubungkan arus ketika ditekan dan memutus arus ketika dilepas. Sering digunakan untuk pengendalian manual, seperti tombol ON/OFF, tombol reset, atau tombol input pada sistem berbasis mikrokontroler.
6 Servo
Motor kecil dengan gearbox yang bisa berputar pada sudut tertentu (misalnya 0°–180°). Dapat dikendalikan menggunakan sinyal PWM dari Arduino. Sering digunakan dalam aplikasi yang memerlukan gerakan presisi seperti robotika, kendali posisi, dan aplikasi kontrol otomatis.
7 Modul relay
Saklar elektronik untuk mengubah kondisi ON/OFF dengan arus listrik kecil. Bisa dipakai untuk mengontrol perangkat listrik bertegangan tinggi melalui Arduino. Digunakan dalam aplikasi di mana mikrokontroler harus mengontrol perangkat bertegangan tinggi, seperti motor, lampu, atau perangkat elektronik lainnya.
8 Sensor DHT11
Sensor untuk mengukur suhu dan kelembapan udara. Output berupa data digital yang dibaca melalui program Arduino. DHT11 adalah pilihan populer untuk aplikasi monitoring suhu dan kelembapan seperti sistem otomatisasi rumah atau alat pengukur cuaca.
9 Modul Ultrasonik
Sensor jarak yang memancarkan gelombang ultrasonik dan mengukur pantulannya. Dapat mengukur jarak 2–400 cm dengan akurasi sekitar 3 mm. Pin: VCC, Trig, Echo, GND. Banyak digunakan dalam robotika (misalnya penghindaran rintangan), sistem pengukur jarak otomatis, dan aplikasi pengukur kedalaman atau level.
10 Kabel USB
Digunakan untuk menghubungkan Arduino Uno ke komputer/laptop/Android. Selain sebagai jalur data, juga bisa sebagai jalur catu daya. Menghubungkan board pengembangan seperti Arduino ke komputer untuk pemrograman dan debugging serta menyediakan daya untuk board.
11 LED RGB
LED dengan tiga warna dasar (merah, hijau, biru). Kombinasi ketiga warna menghasilkan berbagai macam warna lain. Sering digunakan untuk efek pencahayaan multicolor pada aplikasi visual, seperti lampu dekoratif atau indikator warna.
12 Liquid Crystal Display (LCD)
Modul display berbasis kristal cair, biasanya 16×2 karakter. Digunakan untuk menampilkan informasi dari mikrokontroler, seperti status perangkat, suhu, atau data sensor dalam proyek berbasis Arduino atau Raspberry Pi.
13 Buzzer
Komponen elektronik penghasil bunyi. Ada buzzer aktif (langsung bunyi dengan diberi arus) dan buzzer pasif (harus diberi sinyal). Digunakan dalam sistem alarm, pemberi sinyal peringatan, atau dalam aplikasi edukasi untuk belajar tentang output suara.
14 Resistor
Komponen elektronik yang menghambat arus listrik. Nilainya dinyatakan dalam ohm (Ω). Digunakan untuk membatasi arus atau menurunkan tegangan. Digunakan untuk mengatur arus, menurunkan tegangan, atau membatasi aliran arus agar tidak merusak komponen lainnya.
15 Photoresistor LDR(Light Dependent Resistor)
nilai resistansinya berubah sesuai intensitas cahaya. Semakin terang cahaya, hambatan semakin kecil. Digunakan sebagai sensor cahaya. Digunakan untuk membuat sensor cahaya otomatis, seperti lampu jalan otomatis yang menyala saat malam atau aplikasi lain yang mengandalkan variabel cahaya.
Komentar
Posting Komentar